PANGKALPINANG, TARGETKRIMINAL.COM — Di antara deretan kendaraan yang dihias warna-warni, satu kendaraan berwarna kuning mendadak menjadi pusat perhatian.
Bukan semata karena ornamen pohon beringin yang menghiasinya. Bukan pula hanya karena kendaraan itu tampil membawa identitas DPD Partai Golkar Bangka Belitung.
Sorak-sorai warga justru semakin riuh ketika sosok yang berada di atas kendaraan itu terlihat jelas.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, ikut menjadi peserta Pawai Kendaraan Hias tingkat Provinsi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sabtu (29/8/2026) pagi itu, keduanya tidak memilih hanya menyaksikan parade dari Panggung Kehormatan di kawasan Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang.
Hidayat justru turun langsung memimpin rombongan DPD Partai Golkar Bangka Belitung mengikuti pawai.
Saat kendaraan hias tersebut melintas di depan Panggung Kehormatan, Hidayat dan Noni memberikan penghormatan kepada Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, yang berada di atas panggung.
Momen itu disambut antusias warga yang memadati tepian rute pawai.
Kendaraan DPD Partai Golkar Bangka Belitung tersebut tampil dengan dominasi warna kuning. Logo partai, foto Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, serta foto Hidayat Arsani menghiasi bagian kendaraan.
Kehadiran Gubernur bersama istrinya membuat parade pagi itu terasa semakin dekat dengan masyarakat. Ia bukan hanya berada di panggung sebagai pejabat yang menyaksikan, tetapi ikut bergerak bersama rombongan dalam semarak perayaan kemerdekaan.
Pawai kendaraan hias itu sendiri diikuti sebanyak 81 peserta.
Jumlah tersebut terasa simbolis karena bertepatan dengan usia kemerdekaan Indonesia yang kini memasuki 81 tahun.
Peserta datang dari berbagai kalangan. Pelajar SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA sederajat, instansi pemerintahan dan vertikal, BUMN, hingga masyarakat umum ikut ambil bagian.
Kendaraan roda dua maupun roda empat disulap menjadi panggung berjalan. Beragam warna, bentuk dan ornamen memenuhi jalanan Kota Pangkalpinang.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Burhanuddin, kemudian menyampaikan laporan kesiapan pelaksanaan kegiatan.
Bendera start selanjutnya dikibarkan di depan Panggung Kehormatan kawasan Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang oleh Pj Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto.
Fery didampingi Ketua DWP Bangka Belitung, Sri Hidayati Fery Afriyanto, Wali Kota Pangkalpinang Saparudin bersama Ketua TP-PKK Pangkalpinang Susanti Saparudin, serta unsur Forkopimda di lingkup Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kota Pangkalpinang.
Rombongan Polda Kepulauan Bangka Belitung yang dipimpin Wakapolda Bangka Belitung, Murry Miranda bersama istri, turut menjadi pengawal start parade kendaraan hias tersebut.
Setelah kendaraan-kendaraan mulai bergerak, suasana di sepanjang rute berubah menjadi lautan manusia.
Warga berdiri di sisi jalan. Anak-anak menunggu kendaraan hias lewat. Pedagang memanfaatkan keramaian untuk menjajakan dagangan.
Setiap kendaraan membawa cerita masing-masing.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bangka Belitung turut menghadirkan kendaraan hias dengan ornamen pohon kelapa.
Pohon kelapa tersebut membawa pesan tentang salah satu gagasan pembangunan Gubernur Hidayat, yakni mendorong Bangka Belitung menjadi Sentra Kelapa Nasional.
Sementara Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghadirkan mobil dengan tema gotong royong yang diselaraskan dengan gerakan nasional Indonesia Asri.
Di tengah parade, kemerdekaan pun terasa bukan hanya sebagai seremoni.
Ia hadir dalam bentuk senyum warga, kreativitas pelajar, kebersamaan aparatur dan antusiasme masyarakat yang memenuhi jalanan.
Bagi Hidayat, kemeriahan tersebut harus tetap dibarengi dengan kesadaran untuk mengenang perjalanan panjang bangsa menuju kemerdekaan.
Ia mengajak masyarakat menjadikan HUT ke-81 RI bukan sekadar perayaan tahunan.
“Alhamdulillah, hari ini cuaca bagus dan kita semua sehat. Mari jadikan momentum ini untuk mengingat sejarah, karena kemerdekaan menjadi perjuangan yang harus terus kita ingat,” ujar Hidayat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sehingga berlangsung meriah.
Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut harus terus dijaga. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kelestarian lingkungan, kekompakan dan kedamaian.
Tidak lupa, Hidayat mengingatkan peserta dan masyarakat yang menyaksikan pawai agar menjaga kesehatan dan keselamatan.
“Mudah-mudahan kita sehat selalu, berangkat sehat dan pulang juga sehat,” pesannya.
Pagi itu, Pangkalpinang seolah menjadi panggung besar tempat seluruh lapisan masyarakat bertemu.
Ada pelajar dengan kreativitasnya. Ada pemerintah dengan pesan pembangunannya. Ada aparat dengan pengawalannya. Ada pedagang dengan harapan rezekinya.
Ada seorang gubernur yang memilih turun dari panggung kehormatan, lalu ikut berjalan bersama rakyat.
Sebab pada akhirnya, pawai kendaraan hias bukan hanya tentang siapa yang memiliki kendaraan paling indah.
Lebih dari itu, ia menjadi cara sederhana untuk merayakan sebuah kemerdekaan secara bersama-sama, di jalan yang sama, dalam suasana yang sama, dengan semangat yang sama. (Belva)


