Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim
BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM – Bupati Bangka Barat Markus menegaskan bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir seorang aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, jabatan dapat berganti sewaktu-waktu, namun pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti.
Pesan itu disampaikan Markus saat melantik dan mengambil sumpah/janji Jabatan Administrator, Pengawas, Kepala Puskesmas serta Jabatan Fungsional Lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat di Graha Aparatur Pemkab Bangka Barat, Rabu (10/6/2026).
Menariknya, Markus membuka sambutannya dengan sebuah pantun Melayu yang langsung menyita perhatian para pejabat dan tamu undangan yang hadir.
“Berlayar perahu menuju kuala,
Angin berhembus membawa harapan.
Jabatan boleh berubah dan tidak lagi lama,
Namun pengabdian tetaplah menjadi tujuan.”
Pantun tersebut menjadi pesan utama yang ingin disampaikan Markus kepada para pejabat yang baru menerima amanah.
Menurutnya, jabatan tidak boleh dipandang sebagai simbol kebanggaan semata, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Jabatan sebagai amanah. Jabatan bukan sekadar hak atau kebanggaan, melainkan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada organisasi, kepada masyarakat dan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Markus.
Markus menjelaskan pelantikan tersebut telah mendapatkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut dia, birokrasi harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman dan tidak boleh terjebak dalam pola kerja yang sama secara terus-menerus.
“Organisasi pemerintah tidak dapat berjalan dengan pola yang sama terus-menerus. Diperlukan penyegaran, penguatan dan penataan agar organisasi tetap mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi,” ujarnya.
Karena itu, rotasi dan penempatan pejabat harus dipandang sebagai kebutuhan organisasi untuk meningkatkan efektivitas kerja pemerintahan.
Dalam arahannya, Markus meminta seluruh pejabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan tanggung jawab yang baru.
Ia menegaskan bahwa seorang pejabat harus memahami persoalan di unit kerjanya serta mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Pelajari tugas dan fungsi unit kerja yang saudara pimpin. Bangun komunikasi dan koordinasi yang baik dan yang paling penting hadirkan solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi organisasi,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi gambaran gaya kepemimpinan Markus yang selama ini dikenal menekankan hasil kerja nyata dibanding sekadar penyelesaian administrasi.
Markus juga menyoroti pentingnya peran pejabat administrator dan pengawas dalam menentukan keberhasilan program pemerintah daerah.
Menurutnya, para pejabat tersebut merupakan motor penggerak organisasi yang berperan langsung dalam memastikan kebijakan pemerintah berjalan dengan baik.
“Saudara penggerak organisasi. Berhasil atau tidaknya suatu program sering kali ditentukan oleh bagaimana saudara mengelola tim, membangun disiplin kerja dan memastikan setiap kebijakan dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kepala daerah, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan pejabat di setiap perangkat daerah.
Di tengah suasana pelantikan yang formal, Markus sengaja membuka sambutannya dengan pantun Melayu sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya masyarakat Bangka Barat.
Sebagai bagian dari rumpun Melayu “negeri sejiran setason”, Markus ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal tetap relevan dalam tata kelola pemerintahan modern.
Pantun yang disampaikan bukan hanya menjadi pembuka acara, tetapi juga simbol pesan moral bahwa jabatan hanyalah sementara, sedangkan pengabdian kepada masyarakat harus terus dijaga.
Menutup sambutannya, Markus mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik dan berharap mereka mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas serta tanggung jawab.
Ia mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan publik demi mendorong kemajuan daerah.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan dan keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” tutup Markus.
Bagi Markus, pelantikan kali ini bukan sekadar pergantian pejabat. Momentum tersebut menjadi penegasan arah kepemimpinannya bahwa birokrasi harus bergerak cepat, pejabat harus melayani, dan setiap jabatan harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat Bangka Barat. (BELVA)

