BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Di bawah terik matahari Tempilang, perjuangan anak-anak sekolah dasar mencapai puncaknya. Ada yang tersenyum bangga sambil mengangkat trofi, ada yang memamerkan medali, dan ada pula yang duduk kelelahan di atas tanah setelah melewati pertandingan yang menguras tenaga dan emosi. Di lapangan sederhana itu, sepak bola mengajarkan sesuatu yang tidak tertulis di papan skor terhadap keberanian untuk berjuang, keteguhan menerima hasil dan semangat untuk mencoba kembali.
Pesan itulah yang mengemuka saat Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yusderahman, menutup Turnamen Sepak Bola Mini Piala Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 tingkat sekolah dasar Kecamatan Tempilang, Kamis (15/10/2026). Ia mendorong agar kegiatan olahraga pelajar terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bangka Barat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan Haornas yang dilaksanakan oleh PJOK Kecamatan Tempilang tahun 2026. Kegiatan positif seperti ini harus tetap dilaksanakan sebagai wadah pembinaan olahraga pelajar,” ujar Yusderahman.
Bagi Yusderahman, lapangan olahraga bukan sekadar tempat memperebutkan kemenangan. Di sana, anak-anak belajar disiplin, kerja keras, sportivitas, keberanian, dan pantang menyerah nilai-nilai yang menjadi bekal penting untuk menghadapi kehidupan di masa depan.
Final kategori putra mempertemukan SD Negeri 13 Tempilang dengan SD Negeri 6 Tempilang di lapangan sepak bola SD Negeri 15 Tempilang, Dusun Bubung Tujuh.
Kedua tim bertarung di bawah terik matahari tanpa kehilangan semangat. Waktu normal berakhir dengan skor 0-0. Tidak ada gol yang tercipta, sehingga gelar juara harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam suasana yang menegangkan, setiap tendangan menjadi ujian konsentrasi dan keberanian. Pada akhirnya, SD Negeri 13 Tempilang menang 2-1 dan berhak membawa pulang trofi bergilir Haornas Tempilang 2026.
SD Negeri 6 Tempilang harus puas di posisi kedua, sementara SD Negeri 10 Tempilang meraih peringkat ketiga setelah mengalahkan SD Negeri 15 Tempilang dengan skor 3-2 melalui adu penalti.
Di tepi lapangan, para pemain cilik memperlihatkan wajah lain dari sebuah kompetisi. Sebagian merayakan kemenangan bersama rekan setim, sementara yang lain duduk berkelompok, menundukkan kepala atau mengusap wajah setelah pertandingan yang melelahkan.
Pemandangan itu menjadi potret human interest yang kuat: bagi anak-anak, sepak bola bukan hanya tentang mengolah bola, melainkan juga tentang belajar menghadapi tekanan, menerima kekecewaan dan menghargai perjuangan orang lain.
Kemenangan mengajarkan rasa syukur. Kekalahan menumbuhkan ketabahan. Keduanya menjadi bagian dari proses membentuk mental juara.
Drama pertandingan juga terjadi pada final kategori putri. SD Negeri 15 Tempilang menghadapi SD Negeri 5 Tempilang dalam pertandingan selama dua babak, masing-masing 20 menit.
Hingga peluit panjang berbunyi, kedua tim bermain imbang 1-1. Penentuan juara berlanjut ke adu penalti yang kembali menghadirkan ketegangan.
SD Negeri 15 Tempilang akhirnya menang 2-1 dan berhasil mempertahankan gelar juara.
Sementara itu, SD Negeri 12 Tempilang mengamankan posisi ketiga setelah mengalahkan SD Negeri 20 Tempilang dengan skor 1-0.
Keberhasilan tim putri tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan olahraga harus memberi ruang yang setara bagi anak perempuan untuk mengembangkan bakat. Lapangan menjadi tempat mereka membangun keberanian, kepercayaan diri, kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama.
Di balik seragam dan medali yang dikenakan, terdapat proses belajar untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Mereka bukan sekadar peserta turnamen, melainkan bagian dari generasi muda yang berhak memperoleh kesempatan untuk berkembang dan berprestasi.
Turnamen Haornas 2026 berlangsung pada 6–15 Oktober 2026 dengan melibatkan 45 tim putra dan putri tingkat sekolah dasar se-Kecamatan Tempilang. Selama sepuluh hari, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara bakat siswa, pendampingan guru, dukungan keluarga dan semangat masyarakat dalam membangun olahraga sejak usia dini.
Pesan Yusderahman: Jangan Cepat Puas, Jangan Takut Kalah
Dalam sambutannya, Yusderahman menekankan bahwa prestasi tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan olahraga pelajar.
“Untuk anak-anak hebat Bangka Barat, ingatlah, olahraga bukan tentang menang dan menjadi juara. Olahraga mengajarkan kita disiplin, kerja keras, sportivitas, keberanian dan pantang menyerah,” katanya.
Ia berpesan kepada para pemenang agar terus berlatih dan tidak cepat berpuas diri. Sebaliknya, peserta yang belum berhasil diminta tidak kehilangan semangat.
“Bagi yang hari ini meraih prestasi, teruslah berlatih dan jangan cepat puas. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Kekalahan hari ini bisa menjadi langkah menuju kemenangan masa depan,” ujar Yusderahman.
Pesan tersebut menempatkan olahraga sebagai proses pembelajaran yang lebih luas daripada kompetisi. Seorang anak yang belum berhasil mencetak gol tetap dapat belajar tentang ketekunan. Seorang pemain yang gagal dalam adu penalti tetap dapat tumbuh menjadi pribadi yang berani mengambil tanggung jawab. Begitu pula sebuah tim yang kalah dapat kembali dengan persiapan lebih baik.
Dalam perspektif pembangunan daerah, nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting bagi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.
Yusderahman mengajak seluruh pihak membangun generasi Bangka Barat yang sehat, kuat, berkarakter, berprestasi dan berdaya saing.
“Mari kita bangun generasi Bangka Barat yang sehat, kuat, berkarakter, berprestasi dan berdaya saing,” tuturnya.
Ia kemudian secara resmi menutup peringatan Haornas tingkat pelajar sekolah dasar Kecamatan Tempilang tahun 2026.
“Dengan penuh semangat dan rasa bangga, saya menyatakan kegiatan peringatan Hari Olahraga Nasional tingkat pelajar sekolah dasar Kecamatan Tempilang tahun 2026 secara resmi saya tutup,” ucapnya.
Menjelang akhir sambutan, ia kembali mengingatkan para peserta agar menjadikan pengalaman turnamen sebagai motivasi untuk terus berkembang.
“Teruslah berlatih, junjung tinggi sportivitas, raih prestasi, dan jadilah generasi Bangka Barat yang sehat, tangguh, berkarakter, serta membanggakan,” katanya.
Kehadiran Wakil Bupati Bangka Barat dalam penutupan dan penyerahan hadiah menjadi momentum untuk memperkuat pesan tentang pentingnya pembinaan olahraga pelajar. Namun, keberlanjutan kegiatan seperti ini akan menjadi faktor penentu agar semangat kompetisi tidak berhenti setelah trofi diserahkan.
Pembinaan usia dini memerlukan dukungan bersama. Sekolah berperan mengenali bakat, guru dan pelatih mengembangkan kemampuan, keluarga memberikan dukungan moral, sementara pemerintah daerah dapat memperkuat ekosistem olahraga melalui fasilitas yang memadai, program pembinaan dan kesempatan kompetisi yang berkesinambungan.
Dengan dukungan tersebut, turnamen tingkat sekolah dasar dapat menjadi salah satu pintu untuk menemukan bibit atlet potensial sekaligus membudayakan gaya hidup sehat di kalangan pelajar.
Ketua panitia pelaksana, Sopan Sopian, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Bangka Barat yang telah hadir dalam penutupan sekaligus pembagian hadiah kepada para juara. Ia juga mengapresiasi dukungan kepala sekolah dan seluruh panitia yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan sejak awal hingga selesai.
Penutupan turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Tempilang, Kasi Kesmas, perwakilan Polsek Tempilang, unsur koordinator Kecamatan Tempilang, Babinsa Tempilang, para kepala sekolah, dan undangan lainnya. Selama kegiatan berlangsung, penyelenggaraan dilaporkan berjalan tertib, aman, dan kondusif.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembinaan olahraga pelajar membutuhkan kolaborasi. Prestasi tidak hanya lahir dari kemampuan seorang anak, tetapi juga dari lingkungan yang memberinya kesempatan untuk berlatih, bertanding dan memperbaiki diri.
Di penghujung turnamen, para juara menerima piala bergilir, piala tetap, bonus, serta penghargaan pencetak gol terbanyak.
Mohammad Ridwan dari SD Negeri 13 Tempilang menjadi pencetak gol terbanyak kategori putra dengan dua gol. Sementara itu, Halipah dari SD Negeri 5 Tempilang meraih penghargaan pencetak gol terbanyak kategori putri dengan lima gol.
Berikut hasil akhir Turnamen Sepak Bola Mini Piala Haornas 2026 tingkat sekolah dasar Kecamatan Tempilang.
Kategori putra
1. Juara I: SD Negeri 13 Tempilang.
2. Juara II: SD Negeri 6 Tempilang.
3. Juara III: SD Negeri 10 Tempilang.
4. Juara IV: SD Negeri 15 Tempilang.
Kategori putri
1. Juara I: SD Negeri 15 Tempilang.
2. Juara II: SD Negeri 5 Tempilang.
3. Juara III: SD Negeri 12 Tempilang.
4. Juara IV: SD Negeri 20 Tempilang.
Pencetak gol terbanyak
1. Putra: Mohammad Ridwan, SD Negeri 13 Tempilang — 2 gol.
2. Putri: Halipah, SD Negeri 5 Tempilang — 5 gol.
Dalam foto bersama setelah pertandingan, anak-anak berdiri dan berjongkok di depan gawang dengan medali menggantung di leher. Trofi menjadi pusat perhatian, sementara guru, pelatih, dan para pendamping berdiri di belakang mereka, mengabadikan kebanggaan yang lahir dari perjuangan bersama.
Foto lain memperlihatkan para pemain yang masih duduk di atas lapangan seusai pertandingan. Wajah lelah, tangan yang menutupi mata dan tubuh yang bersandar satu sama lain menjadi gambaran bahwa olahraga anak-anak juga menyimpan pergulatan emosi yang nyata.
Di sisi lain, suasana penyerahan trofi memperlihatkan kegembiraan para pemain yang berhasil menjadi juara. Sorak-sorai, senyum dan medali menjadi penanda bahwa kerja keras mereka mendapatkan penghargaan.
Seluruh potret itu menyampaikan satu pesan: olahraga memberi pengalaman yang sama berharganya bagi pemenang maupun mereka yang belum berhasil. Yang satu belajar menjaga kerendahan hati, yang lain belajar menguatkan diri.
Bagi Bangka Barat, pekerjaan berikutnya adalah menjaga agar semangat tersebut terus tumbuh melalui pembinaan yang konsisten. Fasilitas yang layak, latihan teratur, pendampingan berkualitas, dan kompetisi yang berkelanjutan dapat membuka jalan bagi anak-anak Tempilang untuk mengembangkan potensi mereka.
Yusderahman, melalui pesan penutupan Haornas, mengajak masyarakat melihat olahraga sebagai bagian dari pembangunan generasi muda. Tantangan berikutnya adalah memastikan nilai-nilai yang disampaikan di lapangan dapat diterjemahkan menjadi dukungan nyata bagi tumbuhnya bakat dan karakter anak-anak.
Sebab, pembangunan olahraga bukan hanya tentang mencetak juara hari ini. Ia adalah ikhtiar menyiapkan manusia yang lebih sehat, disiplin, tangguh, dan berdaya saing untuk masa depan.
Di Tempilang, peluit telah berbunyi dan pertandingan telah usai. Namun, harapan yang tumbuh dari lapangan itu semestinya terus bergerak bersama anak-anak yang berani bermimpi, sekolah yang tekun membina, masyarakat yang mendukung dan pemerintah yang menjaga agar kesempatan berprestasi tetap terbuka bagi generasi berikutnya.
Penulis: Belva Al Akhab


