BANGKA TENGAH, TERGETKRIMINAL.COM — Tepuk tangan dan prosesi pelantikan menjadi penanda awal. Namun, setelah rangkaian seremoni berakhir di Gedung Diklat BKPSDMD Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (27/8/2026), pekerjaan sesungguhnya justru dimulai.
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka Tengah masa bakti 2026–2029 resmi dikukuhkan Ketua PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mohammad Fathurrakhman (Boy).
Di balik pelantikan tersebut tersimpan harapan agar PWI tidak hanya menjadi tempat berkumpul para wartawan, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan kompetensi, menjaga etika dan menghadirkan karya jurnalistik yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Boy dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi wartawan. Salah satu langkah yang didorong adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Bagi Boy, UKW bukan sekadar sertifikat kompetensi. Lebih jauh, proses tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme sekaligus mengingatkan wartawan agar tetap bekerja berdasarkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
“UKW menjadi benteng bagi anggota PWI, agar patuh terhadap kode etik dalam menjalankan profesinya,” kata Boy.
Pesan itu sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan baru. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media digital, wartawan dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga cermat dalam memilah, memverifikasi dan menyampaikan informasi kepada publik.
Karena itu, Boy berharap PWI Bangka Tengah mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha serta seluruh elemen masyarakat.
Ia juga meminta kekompakan menjadi fondasi organisasi agar PWI mampu mengambil peran sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
“Jaga kekompakan. Mari bersama-sama membangun Bangka Tengah dan menjadikan PWI sebagai mitra strategis pemerintah,” pesannya.
Ketua PWI Kabupaten Bangka Tengah masa bakti 2026–2029, Andrian Samallo, menyadari bahwa amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan organisasi.
Ada tanggung jawab untuk menjadikan PWI sebagai rumah bersama bagi wartawan, tempat meningkatkan kemampuan, menjaga etika dan memperkuat solidaritas.
Andrian bahkan membawa gagasan agar peran pers semakin dekat dengan masyarakat hingga tingkat desa.
Salah satu program yang akan didorong adalah digitalisasi website desa dan pelatihan penulisan berita desa.
Program itu diharapkan dapat membantu pemerintah desa menyampaikan informasi pembangunan, potensi wilayah, pelayanan publik hingga aktivitas masyarakat secara lebih cepat, akurat dan terpercaya.
“Kami berkomitmen untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat,” kata Andrian.
Ia menilai kemitraan yang sehat akan memperkuat fungsi pers sebagai penyampai informasi sekaligus media edukasi dan kontrol sosial.
Namun, kemitraan bukan berarti menghilangkan sikap kritis pers. Justru melalui profesionalisme dan etika jurnalistik, hubungan antara pers dan pemerintah dapat berjalan dalam koridor yang saling menghormati.
Andrian pun mengajak seluruh anggota PWI Bangka Tengah menjaga kekompakan serta terus meningkatkan kualitas jurnalistik.
“Semoga PWI Kabupaten Bangka Tengah semakin maju, semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman memberikan pesan yang tak kalah penting: wartawan tidak boleh berhenti belajar.
Menurut Algafry, perkembangan zaman membuat kemampuan wartawan harus terus diperbarui. Pengetahuan dan keterampilan menjadi modal penting agar profesi jurnalistik tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Teman-teman wartawan di Bangka Tengah harus terus upgrade kemampuan. Kalau mau menjadi wartawan, harus mencintai profesinya dan terus belajar,” kata Algafry.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, kata Algafry, juga membuka ruang dukungan terhadap kegiatan peningkatan kapasitas yang diselenggarakan PWI.
“Kalau ada pelatihan dari PWI, pemerintah daerah bisa membantu. Silakan diusulkan,” ujarnya.
Selain peningkatan kapasitas, Algafry menaruh perhatian pada hubungan antara wartawan dan pemerintah daerah.
Ia berharap perbedaan fungsi tidak menjadi alasan untuk membangun jarak. Pemerintah membutuhkan pers sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial, sementara wartawan membutuhkan ruang kerja yang sehat untuk menjalankan tugas jurnalistik.
Karena itu, sinergi dan komunikasi dinilai menjadi kunci.
“Seribu kawan masih kurang, satu musuh itu mengerikan. Mari bersinergi, terus jaga kekompakan dan soliditas,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris PWI Babel Fakhruddin Halim, Wakil Sekretaris II PWI Babel Budi Marsudi, Wakil Ketua Bidang Media Siber, Multimedia dan Fotografi Yudhistira, unsur Forkopimda di lingkup Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah serta sejumlah tamu undangan.
Kini, kepengurusan baru PWI Bangka Tengah telah memiliki arah yang cukup jelas dalam meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat etika, menjaga solidaritas dan memperluas manfaat pers hingga ke desa.
Sebab, bagi masyarakat, keberadaan organisasi wartawan bukan dinilai dari megahnya pelantikan, melainkan dari kualitas berita yang dibaca, informasi yang diterima dan kontribusi nyata yang dirasakan. (Belva)


