PANGKALPINANG, TARGETKRIMINAL.COM — Agustus selalu membawa suasana berbeda. Bendera Merah Putih berkibar di jalan-jalan, musik terdengar dari kampung-kampung, sementara warga kembali berkumpul dalam berbagai perlombaan khas kemerdekaan.
Namun tahun ini, semangat itu ingin diisi dengan pesan yang lebih panjang. DPP Barisan Muda Patriot Bangka Belitung (BMPBB) menggandeng tiga perusahaan energi terbarukan untuk menghadirkan hiburan rakyat sekaligus kegiatan sosial dan edukasi di Pangkalpinang serta Desa Air Duren, Kabupaten Bangka.
Rangkaian kegiatan tersebut digelar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia. Agenda berlangsung pada 17 hingga 24 Agustus 2026.
Bagi BMPBB, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang sejarah. Ada ruang yang bisa diisi dengan gotong royong, kepedulian dan upaya memperkenalkan masa depan energi kepada masyarakat.
Ketua DPP BMPBB, Deki Kurniawan, mengatakan kolaborasi dengan dunia usaha tersebut merupakan bentuk kontribusi organisasi kepemudaan agar keberadaan mereka bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Di usia 81 tahun Indonesia, kami BMPBB ingin hadir memberi manfaat langsung ke masyarakat. Alhamdulillah, tiga perusahaan energi terbarukan bersedia bergandengan tangan dengan kami,” ujar Deki.
Di balik panggung hiburan dan perlombaan, terdapat pesan lain yang hendak disampaikan: energi bersih bukan sekadar isu perusahaan, melainkan pengetahuan yang perlu dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Ini bukan hanya hiburan, tapi juga edukasi tentang pentingnya energi bersih untuk masa depan Babel,” katanya.
Tiga perusahaan yang mendukung kegiatan tersebut adalah PT MBE, PT BTSB dan KSO BEST YPK PLN. Ketiganya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan dan beroperasi di wilayah Bangka Belitung.
Humas perusahaan bioenergi terbarukan, Edy Suhaedi, mengatakan konsep CSR kali ini sengaja dibuat dekat dengan kehidupan masyarakat. Hiburan musik rakyat dan perlombaan menjadi bagian dari upaya membangun suasana kebersamaan, sementara pembagian sembako menjadi bentuk kepedulian sosial.
“Kami ingin kemerdekaan ini dirasakan semua lapisan,” ujar Edy.
Menurut dia, tanggung jawab sosial perusahaan tidak seharusnya berhenti pada pembangunan infrastruktur. Ada sisi kemanusiaan yang juga perlu diperkuat, yakni menciptakan ruang kebersamaan dan kebahagiaan bagi masyarakat.
“Melalui CSR, perusahaan tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun kebahagiaan masyarakat,” katanya.
Kolaborasi tersebut sekaligus menempatkan BMPBB sebagai penghubung antara perusahaan dan masyarakat. Edy menilai organisasi kepemudaan dapat membantu memastikan kegiatan sosial perusahaan memiliki kedekatan dengan warga.
“BMPBB siap menjadi jembatan antara perusahaan dan rakyat,” tegasnya.
Selama 17-24 Agustus, empat agenda utama akan digelar. Pentas seni musik menjadi ruang bagi masyarakat untuk berekspresi. Lomba rakyat membawa kembali semangat permainan tradisional dan kebersamaan. Pembagian sembako menjadi bentuk kepedulian sosial, sedangkan edukasi energi terbarukan diarahkan kepada kalangan pelajar.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian HUT RI selesai. BMPBB ingin kolaborasi serupa dapat berkembang menjadi agenda tahunan sekaligus mendorong lebih banyak perusahaan menjalankan program CSR yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dan menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk peduli terhadap masyarakat melalui program CSR,” kata Deki.
Pada akhirnya, perayaan kemerdekaan itu bukan semata soal meramaikan bulan Agustus. Ada upaya untuk menerjemahkan semangat kemerdekaan dalam bentuk yang sederhana dalam kegiatan berkumpul, berbagi, belajar dan bergerak bersama.
Dari panggung hiburan hingga edukasi energi bersih, BMPBB ingin membawa satu pesan bahwa kemerdekaan akan terasa lebih berarti ketika manfaatnya sampai ke tengah masyarakat. (Belva)


