BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Sebungkus bantuan mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, beras bantuan pemerintah dapat menjadi penopang yang berarti.
Karena itu, proses penyalurannya menjadi bagian yang tak kalah penting dari bantuan itu sendiri. Siapa yang menerima, bagaimana mekanismenya, serta apakah bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menjadi perhatian dalam penyaluran bansos.
Hal tersebut menjadi perhatian Ketua DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Mentok, Bangka Barat, Bambang Priyanto, yang melakukan peninjauan langsung terhadap penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa beras di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Dalam kunjungan tersebut, Bambang bertemu dengan Lurah Tanjung Gusti Indah bersama jajaran staf kelurahan. Pertemuan itu sekaligus menjadi agenda audiensi untuk membahas pelaksanaan penyaluran bansos beras di wilayah tersebut.
Bambang mempertanyakan mekanisme penyaluran, terutama mengenai proses pendataan dan pemberian bantuan kepada masyarakat yang menjadi penerima.
Pertanyaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan beras sebagai komoditas bantuan. Lebih jauh, DPC LIN Mentok ingin melihat bagaimana program bantuan sosial diterjemahkan di tingkat kelurahan, tempat kebijakan pemerintah bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bantuan sosial berupa beras benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Karena itu, kami melakukan audiensi dan meminta penjelasan langsung dari pihak kelurahan mengenai proses penyalurannya,” ujar Bambang Priyanto.
Menurutnya, pengawasan terhadap bantuan sosial merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial. Transparansi diperlukan agar masyarakat mengetahui bahwa bantuan yang disalurkan pemerintah memiliki mekanisme dan sasaran yang jelas.
Bambang mengatakan, kehadiran DPC LIN Mentok dalam peninjauan tersebut juga dimaksudkan untuk membangun komunikasi dengan pemerintah kelurahan, bukan sekadar melakukan pengawasan dari luar.
Pihak Kelurahan Tanjung menerima audiensi tersebut dan memberikan penjelasan terkait pelaksanaan penyaluran bantuan sosial beras di wilayahnya.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara lembaga kontrol sosial dan pemerintah kelurahan. Di dalamnya terdapat satu kepentingan yang sama, yakni memastikan program bantuan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga yang berada dalam kondisi ekonomi rentan, bantuan pangan bukan sekadar angka dalam daftar penerima. Ia dapat berarti beberapa hari kebutuhan dapur yang lebih ringan.
Karena itu, DPC LIN Mentok berharap proses penyaluran bansos ke depan terus mengedepankan prinsip transparansi, tertib administrasi dan ketepatan sasaran.
“Kami berharap penyaluran bansos dapat terus dilakukan secara transparan, tertib, dan sesuai sasaran. Dengan begitu, manfaat bantuan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Bambang.
Dari Kelurahan Tanjung, perhatian terhadap bansos kembali bermuara pada satu hal mendasar bantuan pemerintah akan memiliki arti ketika benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. (Belva)


