TELUK LIMAU, BANGKA BARAT – Rumah yang lebih layak, infrastruktur yang memadai dan lingkungan yang terjaga merupakan bagian dari harapan masyarakat terhadap pembangunan desa. Untuk memastikan harapan itu sejalan dengan pelaksanaan program di lapangan, Kasdam II/Sriwijaya bersama Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0431/Bangka Barat, Rabu (21/10/2026).
Kunjungan yang dipusatkan di Koramil 431-01/Jebus tersebut diisi dengan peninjauan lokasi rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Agenda ini menjadi bagian dari pengawasan terhadap sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), yang mengedepankan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.
Di balik peninjauan itu, terdapat pesan penting bahwa pembangunan tidak cukup hanya menghasilkan perubahan fisik. Program yang dijalankan juga harus mampu menjawab kebutuhan warga dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, menyebut TMMD sebagai salah satu instrumen penting untuk mempercepat pembangunan, terutama di wilayah perdesaan dan terpencil.
“Program TMMD selama ini telah terbukti menjadi salah satu akselerator penting dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah perdesaan dan terpencil,” ujar Yus Derahman.
Ia menilai, kekuatan TMMD terletak pada kolaborasi yang terbangun antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, pembangunan diharapkan tidak hanya terlaksana, tetapi juga berdampak terhadap kesejahteraan warga.
“Melalui TMMD ke-130 ini, kita melihat bagaimana semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat berpadu secara nyata dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan warga,” katanya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, kehadiran Tim Wasev menjadi kesempatan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana dan sasaran yang telah ditetapkan.
Yus menegaskan bahwa pengawasan dan evaluasi memiliki arti strategis, bukan hanya untuk melihat pelaksanaan kegiatan, tetapi juga untuk menjaga agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kehadiran Tim Wasev di tengah-tengah kita hari ini tentu memiliki arti yang sangat strategis. Selain untuk melakukan pengawasan dan evaluasi, kunjungan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk memastikan seluruh program dan sasaran TMMD dapat berjalan dengan optimal, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Bangka Barat,” tuturnya.
Peninjauan RTLH menjadi salah satu bagian penting dari agenda tersebut. Rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar keluarga, sehingga rehabilitasi hunian diharapkan dapat mendukung kenyamanan dan kualitas hidup penerima manfaat.
Melalui evaluasi langsung, pelaksanaan program diharapkan tetap terarah dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Sementara itu, Ketua Tim Wasev TMMD, Brigjen TNI Sugeng Hartono, menyoroti pentingnya memahami potensi dan karakteristik wilayah dalam merencanakan pembangunan.
Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa TMMD dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya mempercepat pembangunan serta membantu menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Menurutnya, pembangunan perlu direncanakan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan wilayah dan potensi yang dapat dikembangkan. Dengan demikian, manfaatnya tidak berhenti pada penyelesaian proyek, tetapi dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sugeng juga berbagi pengalaman mengenai kegiatan penanaman pohon bersama anggota ketika dirinya bertugas sebagai komandan resor militer. Salah satu pohon yang ditanam berupa durian, yang berpotensi memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi.
“Pada waktu saya Danrem, saya mencari solusi melalui penanaman pohon bersama anggota, termasuk pohon durian,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan desa juga membutuhkan perhatian terhadap lingkungan. Penghijauan, pemanfaatan lahan dan pengembangan tanaman produktif dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan pembangunan.
Dalam sambutannya, Sugeng turut menyinggung pelepasan burung sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.
Ia juga mengangkat persoalan kekeringan dan pentingnya pengelolaan sumber daya air. Sugeng menceritakan pengalaman membangun bendungan yang disebutnya memiliki panjang kurang lebih 20 kilometer untuk mendukung pemanfaatan air ketika musim kemarau.
Pengalaman tersebut menyoroti pentingnya perencanaan pengelolaan air, termasuk memanfaatkan air hujan dan menjaga ketersediaan sumber daya bagi kebutuhan masyarakat.
Bagi pembangunan desa, persoalan lingkungan dan air tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan warga. Infrastruktur yang baik perlu diimbangi dengan pengelolaan sumber daya alam agar manfaat pembangunan dapat bertahan lebih lama.
Kunjungan kerja tersebut disambut Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman bersama sejumlah pejabat lintas instansi.
Di antaranya Kasrem 045/Garuda Jaya Kolonel Inf Aliyatin Mahmudi, S.I.P., M.Si.; Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat Ahmad Patoni, S.H., M.H.; Kasiren Kasrem 045/Garuda Jaya Kolonel Kav Nanang Sujatmiko, M.Han.; Dandim 0413/Bangka Kolonel Czi Yoga Febrianto, S.H., M.Si.; dan Dandim 0431/Bangka Barat Letkol Czi Fadil, S.E., M.I.P.
Turut hadir Danyonif TP 946/DM Letkol Inf Hubertus Bintang Mahendriya, S.S.T.Han., S.I.P.; Kasdim 0431/Bangka Barat Mayor Inf Subkhan; Danramil Jebus Kapten Inf Didik Suprayogi; serta Kapolsek Jebus AKP Candra Wijaya, S.H., M.H.
Berdasarkan rangkaian kegiatan, Kasdam II/Sriwijaya tiba di Koramil 431-01/Jebus sekitar pukul 09.50 WIB. Rombongan kemudian mengunjungi lokasi RTLH pada pukul 10.59 WIB, kembali ke Koramil sekitar pukul 11.36 WIB untuk beristirahat dan makan siang, lalu bertolak menuju Hotel Novotel pada pukul 12.13 WIB.
Kunjungan tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan wilayah. TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus menjaga kerja sama agar setiap sasaran program dapat terlaksana secara optimal.
Pada akhirnya, keberhasilan TMMD ke-130 di Bangka Barat tidak hanya ditentukan oleh bangunan yang selesai dikerjakan. Lebih dari itu, keberhasilan terletak pada perubahan yang dirasakan masyarakat, meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan, serta tumbuhnya semangat gotong royong untuk membangun desa secara berkelanjutan.
Penulis: Belva Al Akhab


