PANGKAL PINANG, TARGETKRIMINAL.COM — Setelah kebakaran melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, kebutuhan warga terdampak menjadi perhatian berbagai pihak. Di tengah masa sulit itu, bantuan mulai berdatangan, mulai dari pakaian layak pakai, kebutuhan balita, sembako hingga mainan anak-anak.
Bagi keluarga yang terdampak, uluran tangan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membangun kembali semangat setelah musibah. Kepedulian itulah yang mendapat apresiasi dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani.
Noni menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga Serdang. Ia berharap masyarakat diberikan ketabahan dan keikhlasan untuk menghadapi situasi tersebut hingga kehidupan berangsur pulih.
“Saya pribadi turut prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi kepada saudara-saudara kita di Dusun Serdang, Bangka Selatan. Mudah-mudahan masyarakat yang sedang mengalami musibah dan ujian ini diberikan kesabaran, keikhlasan, serta dimudahkan segala urusannya,” ujar Noni saat melihat bantuan dari para donatur di Kantor PKK Provinsi Babel, Senin (12/10/2026).
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan organisasi wanita lainnya terus berupaya membantu masyarakat terdampak. Penggalangan donasi juga dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan warga.
Di Kantor PKK Provinsi Babel, bantuan dari para donatur dikumpulkan dan dikelompokkan berdasarkan jenis barang sebelum disalurkan. Pakaian dewasa, pakaian anak-anak, pakaian balita, sembako, hingga boneka menjadi bagian dari bantuan yang dipersiapkan untuk warga terdampak.
Noni menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan bantuan melalui TP-PKK dan DWP. Menurutnya, proses pemilahan dilakukan untuk memudahkan pendistribusian sesuai kebutuhan penerima.
“Terima kasih kepada para donatur yang sudah menitipkan donasinya kepada TP-PKK dan DWP. Bantuan ini sudah kami terima, kemudian kami pilah dan tandai sesuai jenisnya, seperti pakaian dewasa laki-laki, pakaian anak-anak dan lainnya,” kata Noni.
Meski bantuan telah terkumpul, upaya pemenuhan kebutuhan warga masih terus berjalan. Noni mengatakan pihaknya masih membuka donasi sembari menunggu data mengenai kebutuhan lanjutan di lokasi kebakaran.
Pendataan tersebut diperlukan agar bantuan yang dikirim ke Bangka Selatan dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Dengan demikian, barang yang disalurkan diharapkan benar-benar bermanfaat bagi keluarga yang membutuhkan.
“Kami masih menunggu data mengenai kebutuhan lain yang diperlukan di lokasi. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.
Noni juga berharap masyarakat Dusun Serdang senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan selama menjalani masa pemulihan. Ia mendoakan agar kebaikan para donatur mendapat balasan berupa pahala, keberkahan, dan kemudahan dalam kehidupan.
“Semoga apa yang sudah diberikan menjadi pahala bagi kita semua, serta mendatangkan keberkahan dan kemudahan. Mudah-mudahan masyarakat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa,” tuturnya.
Selain bantuan pakaian dan kebutuhan lainnya, pemenuhan konsumsi menjadi bagian penting dalam penanganan warga terdampak kebakaran.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Babel, Akhiiriyadi, mengatakan pihaknya turut membantu warga menuju tempat yang lebih aman dan layak serta memenuhi kebutuhan makan, minum, dan keperluan lainnya.
“Kami sudah mendirikan dapur umum sejak Sabtu malam dan terus melayani kebutuhan konsumsi para korban terdampak, dengan menyediakan makanan tiga kali sehari, yakni pagi, siang dan sore,” kata Akhiiriyadi.
Menurut dia, bantuan dari masyarakat dan sejumlah donatur mulai berdatangan sejak Minggu (11/10/2026). Bantuan tersebut meliputi makanan, pakaian dan berbagai kebutuhan lainnya.
Akhiiriyadi menjelaskan bahwa bantuan telah dibagikan berdasarkan kepala keluarga (KK). Sementara itu, mainan anak-anak akan dikelola bersama tim relawan untuk mendukung upaya pemulihan psikologis setelah mereka mengalami musibah.
“Bantuan sudah dibagikan per KK. Untuk mainan anak-anak, nanti akan kami kelola bersama tim relawan. Anak-anak akan dikumpulkan di posko utama untuk diajak bermain sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma atau trauma healing,” ungkapnya.
Upaya mengajak anak-anak bermain menjadi salah satu perhatian dalam penanganan pascakebakaran. Selain memenuhi kebutuhan fisik, pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak merasa lebih aman dan perlahan kembali menjalani aktivitas mereka.
Di tengah proses pemulihan, bantuan pemerintah, organisasi perempuan, relawan dan para donatur menjadi bentuk solidaritas bagi warga Dusun Serdang. Penyaluran bantuan yang sesuai kebutuhan serta perhatian terhadap kondisi psikologis keluarga terdampak diharapkan dapat membantu mereka melewati masa sulit.
Sebab, pemulihan setelah kebakaran bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan yang hilang, tetapi juga tentang membangun kembali rasa aman, harapan dan kekuatan untuk melanjutkan kehidupan. (Belva Al Akhab)


