BANGKA, TARGETKRIMINAL.COM – Membawa air bersih dari rumah menjadi salah satu cara yang sempat dilakukan siswa SMAN 2 Sungailiat, Kabupaten Bangka, untuk menghadapi keterbatasan air di sekolah. Di tengah aktivitas belajar, kebutuhan dasar seperti sanitasi dan air wudu harus tetap terpenuhi, meski sumur yang tersedia belum mampu mencukupi kebutuhan harian.
Persoalan itu kini mendapat solusi melalui bantuan pembangunan sumur bor sedalam 34 meter dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menggunakan dana pribadinya.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Hidayat, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Babel, Ny. Noni Hidayat Arsani, di SMAN 2 Sungailiat, Jalan Matras Lama, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, Senin (12/10/2026).
Bagi sekolah yang memiliki 405 siswa itu, kehadiran sumur bor menjadi jawaban atas kebutuhan air bersih yang selama ini membebani operasional sekolah. Sebelumnya, pihak sekolah harus membeli air tangki berkapasitas 1.000 liter setiap hari demi memenuhi kebutuhan sanitasi dan wudu.
Bahkan, para siswa sempat diimbau membawa air bersih sebanyak 1,5 liter per orang dari rumah.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan pendidikan tidak cukup hanya ditopang ruang kelas dan bangunan yang memadai. Ketersediaan air bersih, listrik, serta fasilitas sanitasi juga menentukan kenyamanan dan kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Dalam kesempatan itu, Hidayat menekankan pentingnya perencanaan matang dalam pembangunan fasilitas pendidikan. Menurutnya, infrastruktur dasar harus dipersiapkan sejak awal agar bangunan sekolah benar-benar berfungsi sesuai kebutuhan guru dan siswa.
“Dalam melakukan pembangunan gedung sekolah, sumber air harus dipersiapkan terlebih dahulu. Percuma gedung bagus dan megah jika tidak didukung sumber air, listrik yang cukup, serta fasilitas kebutuhan dasar lainnya. Semua harus direncanakan dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh guru dan siswa,” tegas Hidayat.
Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya pembangunan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi juga pada kesiapan fasilitas pendukung.
SMAN 2 Sungailiat sebelumnya mengandalkan sumur lama sedalam 17 meter yang dibangun sejak peresmian sekolah pada 24 Desember 2024. Namun, debit airnya belum mencukupi, terutama ketika musim kemarau berkepanjangan.
Dengan luas lahan mencapai 3,8 hektare, empat toilet, dan satu musala, kebutuhan air bersih menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas ratusan siswa serta tenaga pendidik.
Melihat kondisi tersebut, Hidayat berinisiatif membantu pembangunan sumur bor baru sedalam 34 meter. Survei lokasi dimulai pada 22 Agustus 2026, sedangkan pengerjaan sumur dinyatakan rampung pada 5 September 2026.
Kini, berdasarkan keterangan dalam kegiatan penyerahan bantuan, sekolah tidak lagi perlu membeli air bersih setiap hari seperti sebelumnya.
Perhatian terhadap fasilitas sekolah juga diarahkan pada kenyamanan ruang belajar. Hidayat menyampaikan rencana bantuan empat unit pendingin ruangan atau air conditioner (AC) bagi SMAN 2 Sungailiat.
“Tim saya akan menyiapkan bantuan empat unit AC atau pendingin ruangan, agar guru dan siswa tidak lagi kepanasan dan dapat menjalankan proses belajar mengajar dengan nyaman,” ujar Hidayat.
Rencana bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang suasana belajar yang lebih nyaman. Penyediaan fasilitas tambahan juga perlu diikuti pengelolaan dan pemeliharaan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Kepala SMAN 2 Sungailiat menyampaikan apresiasi atas perhatian Hidayat Arsani dalam membantu mengatasi persoalan air bersih di sekolah yang dipimpinnya.
Ia mengungkapkan, keterbatasan pasokan air telah menjadi persoalan sejak kunjungan Hidayat saat peresmian sekolah tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah hadir di SMAN 2 Sungailiat dan memfasilitasi pemenuhan kebutuhan air kami. Sebelumnya, saat kunjungan pertama Bapak pada peresmian sekolah ini, kami masih mengalami kekurangan air. Alhamdulillah, perhatian dan bantuan ini sangat berarti bagi kami, semoga menjadi amal jariyah bagi Bapak,” ungkapnya.
Bantuan sumur bor tersebut menjadi langkah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekolah. Ketersediaan air yang lebih memadai diharapkan mendukung kebersihan lingkungan, kebutuhan sanitasi, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Namun, keberlanjutan manfaatnya tetap membutuhkan pengelolaan sumber air dan pemeliharaan fasilitas secara berkala. Dengan demikian, persoalan yang selama ini dihadapi sekolah tidak kembali mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, Gubernur turut didampingi Asisten I Setda, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Biro Umum, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Bagi SMAN 2 Sungailiat, sumur bor baru ini bukan sekadar fasilitas tambahan. Setelah sebelumnya harus mengandalkan pembelian air tangki dan mengimbau siswa membawa air dari rumah, sekolah kini memiliki sumber air baru untuk mendukung kebutuhan sehari-hari.
Sebab, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di dalam kelas, tetapi juga oleh terpenuhinya kebutuhan dasar yang memungkinkan guru mengajar dan siswa belajar dengan aman, sehat, dan nyaman.
Penulis: Belva Al Akhab


