BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Benih-benih ikan itu bergerak perlahan ketika dilepaskan ke dalam kolam. Ukurannya kecil, tetapi dari situlah sebuah harapan besar tentang ketahanan pangan mulai dibangun di Pos Pembinaan Potensi Maritim (Pos Binpotmar) Jebus, Kabupaten Bangka Barat.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung Kolonel Mar Yulindo, S.E., M.M., CRMP., bersama Ketua Cabang 4 Daerah Kodaeral III Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, secara simbolis menebar benih ikan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata implementasi Program Ketahanan Pangan Lanal Bangka Belitung, sekaligus upaya mengubah fasilitas dan lahan yang tersedia di jajaran Pos Binpotmar menjadi kawasan produktif berbasis budidaya perikanan.
“Ketahanan pangan harus kita bangun mulai dari lingkungan terkecil. Potensi lahan yang ada perlu dimanfaatkan agar dapat memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” demikian semangat yang dikedepankan dalam kegiatan tersebut.
Di balik penebaran benih ikan tersebut terdapat pesan yang lebih besar. Lanal Bangka Belitung ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan lahan luas atau investasi besar.
Lahan kosong yang selama ini belum dimanfaatkan dapat diubah menjadi kolam budidaya. Jika dikelola secara konsisten, kolam tersebut dapat menghasilkan sumber pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga.
Konsep inilah yang mulai diterapkan di Pos Binpotmar Jebus.
Benih yang ditebar hari ini diharapkan tumbuh hingga masa panen dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga besar prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.
Lebih jauh, hasil budidaya juga diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat maritim di sekitar Pos Binpotmar.
“Harapannya, hasil budidaya ini nantinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar prajurit, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar,” menjadi pesan yang menyertai pelaksanaan program tersebut.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Ketua dan pengurus Jalasenastri Cabang 4.
Kehadiran Jalasenastri menunjukkan bahwa program ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga dapat tumbuh dari peran keluarga prajurit.
Keluarga menjadi lingkungan pertama tempat kemandirian pangan dapat dibangun. Pemanfaatan pekarangan, pengelolaan kolam sederhana, hingga budidaya ikan dapat menjadi bagian dari kebiasaan produktif yang memberikan manfaat langsung.
Dengan pendekatan tersebut, program ketahanan pangan diharapkan tidak berhenti di lingkungan Pos Binpotmar.
Sebaliknya, kegiatan itu dapat menjadi contoh yang kemudian ditiru masyarakat sekitar.
“Semoga kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah menjadi kolam budidaya yang produktif dan memiliki nilai ekonomis,” demikian harapan yang disampaikan.
Kabupaten Bangka Barat memiliki kehidupan masyarakat yang tidak terlepas dari potensi maritim. Karena itu, pengembangan budidaya perikanan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Pos Binpotmar Jebus kemudian tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari pembinaan potensi maritim, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan kegiatan produktif yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Benih-benih ikan yang ditebar pun menjadi simbol dari langkah tersebut.
Hari ini ukurannya mungkin hanya beberapa sentimeter. Namun, jika dirawat dengan baik, benih itu akan tumbuh menjadi ikan yang bisa dipanen dan dikonsumsi.
Begitu pula dengan semangat ketahanan pangan.
Ia tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Cukup dari lahan yang tersedia, kemauan untuk mengelola, serta kepedulian untuk membangun kemandirian secara bersama-sama.
Dari sebuah kolam di Pos Binpotmar Jebus, Lanal Bangka Belitung ingin menanamkan pesan bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sendiri.
Sebab, ketika sebuah keluarga mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangannya sendiri dan ketika masyarakat mulai mengubah lahan kosong menjadi sumber pangan serta penghasilan, maka benih kecil yang ditebar hari ini perlahan dapat tumbuh menjadi gerakan kemandirian yang lebih besar. (Belva)


