BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Suara sorakan penonton membelah suasana di lapangan sepak bola kawasan Parittiga–Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (29/8/2026). Bola sebentar lagi bergulir. Para pemain bersiap, sementara warga dari berbagai kalangan memadati sekitar lapangan.
Namun, pertandingan yang akan dimulai hari itu bukan sekadar tentang mengejar kemenangan.
Ada semangat kebersamaan yang ingin dibangun.
Dari lapangan hijau inilah Turnamen Sepak Bola Danlanal Babel Cup 2026 resmi dimulai. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bangka Belitung, Kolonel Mar Yulindo, didampingi jajaran Perwira Staf Lanal Babel, membuka langsung turnamen tersebut, Sabtu (29/8/2026).
Kehadiran Danlanal Babel disambut antusias masyarakat. Tokoh pemuda, warga setempat, serta para pendukung klub turut hadir memberikan dukungan kepada kesebelasan yang mereka banggakan.
Bagi masyarakat, pertandingan sepak bola selalu memiliki daya tarik tersendiri. Ia mampu mempertemukan orang-orang dari latar belakang berbeda dalam satu ruang yang sama.
Dan bagi TNI AL, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi sosial sekaligus merawat kemanunggalan dengan masyarakat.
Kolonel Mar Yulindo mengatakan, Danlanal Babel Cup 2026 sengaja dikemas bukan hanya sebagai kompetisi olahraga, tetapi sebagai sarana mempererat silaturahmi.
“Turnamen ini bukan hanya tentang pertandingan dan mencari siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana olahraga ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan kemanunggalan TNI Angkatan Laut dengan masyarakat,” ujar Kolonel Mar Yulindo.
Di tengah antusiasme warga, Danlanal Babel kemudian mengambil posisi untuk melakukan tendangan pertama.
Bola diletakkan di tengah lapangan.
Satu tendangan dilepaskan.
Kick-off tersebut menjadi tanda resmi dimulainya Danlanal Babel Cup 2026.
Sorak penonton pun bergemuruh.
Para pemain mulai berlari mengejar bola. Ada yang mencoba menerobos pertahanan lawan, ada pula yang sibuk menjaga lini belakang. Dari pinggir lapangan, dukungan terus mengalir.
Tetapi di balik sengitnya pertandingan, terdapat nilai yang jauh lebih penting tentang sportivitas dan persaudaraan.
Kolonel Mar Yulindo berharap seluruh peserta menjadikan turnamen sebagai momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik tanpa mengesampingkan semangat persahabatan.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas. Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan, tetapi persaudaraan dan kebersamaan harus tetap menjadi yang utama,” katanya.
Danlanal Babel Cup 2026 juga membawa harapan lain untuk lahirnya pemain-pemain muda potensial dari Bangka Belitung.
Turnamen lokal dapat menjadi ruang bagi para pemain untuk menguji kemampuan, membangun mental bertanding dan mendapatkan pengalaman kompetisi.
Setiap pertandingan menjadi panggung bagi pemain untuk menunjukkan bakatnya.
“Kami berharap dari turnamen ini muncul bibit-bibit atlet sepak bola potensial. Berikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka,” tutur Kolonel Mar Yulindo.
Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak hanya dapat dilakukan melalui pendidikan formal. Olahraga juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter.
Disiplin, kerja sama, tanggung jawab dan kemampuan menerima kemenangan maupun kekalahan merupakan nilai yang dapat diperoleh melalui olahraga.
Karena itu, Lanal Bangka Belitung berharap turnamen tersebut memberikan hiburan sehat sekaligus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjalani gaya hidup aktif.
“Kami ingin kegiatan ini memberikan hiburan yang sehat kepada masyarakat sekaligus mendorong generasi muda untuk lebih aktif berolahraga dan mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ungkapnya.
Hari itu, lapangan sepak bola Parittiga–Jebus bukan hanya menjadi tempat pertandingan.
Ia berubah menjadi ruang perjumpaan.
Prajurit TNI AL, masyarakat, tokoh pemuda dan para pemain bertemu dalam satu suasana penuh kegembiraan. Tidak ada sekat yang terasa ketika bola mulai bergulir.
Danlanal Babel Cup 2026 pun menjadi gambaran sederhana bahwa kemanunggalan TNI AL dan rakyat dapat dibangun melalui berbagai cara termasuk melalui olahraga.
Sebab sebuah tendangan mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa detik.
Tetapi kebersamaan yang dibangun dari sebuah kegiatan dapat meninggalkan kesan jauh lebih panjang.
Dari Parittiga–Jebus, bola telah bergulir. Dan bersama itu, semangat persaudaraan antara TNI AL dan masyarakat pun ikut menguat. (Belva)


