BANGKA TENGAH, TARGETKRIMINAL.COM — Bayangkan Minggu pagi di Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Saat matahari mulai naik, ribuan orang sudah berkumpul di Alun-Alun Koba. Ada yang mengenakan nomor peserta, ada yang melakukan peregangan, sementara lainnya bersiap mengabadikan momen.
Namun, pagi itu bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat berlari.
Sebanyak 1.000 pelari dari berbagai daerah akan memadati Kota Koba dalam gelaran Koba Healing Run 2026, Minggu (30/8/2026). Event ini dikemas bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai ruang rekreasi sekaligus promosi wisata daerah.
Yang menarik, sebelum para peserta berlari mengejar garis finis, suasana akan lebih dulu dibuka dengan Senam Bedincak.
Bukan sembarang senam. Pemanasan tersebut akan dipandu langsung oleh Sukma Wijaya, pencipta Senam Bedincak yang merupakan warga Bangka Belitung.
Ketua Panitia Koba Healing Run 2026, Yani Basaroni, mengatakan momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dan menjaga keberadaan senam khas daerah.
“Kita lestarikan senam bedincak, karena penciptanya asli warga Bangka Belitung,” ujar Yani saat ditemui di Koba, Jumat (28/8/2026).
Semakin dekat hari pelaksanaan, antusiasme peserta justru semakin terasa.
Peserta tidak hanya berasal dari Bangka Belitung. Pelari dari DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Lampung hingga Jawa Barat turut mengambil bagian.
Mereka akan bersaing sekaligus menikmati suasana Koba melalui dua kategori lomba, yakni 5 kilometer (5K) dengan biaya pendaftaran Rp150 ribu dan 10 kilometer (10K) seharga Rp200 ribu.
Meski peserta harus membayar biaya pendaftaran, jumlah peserta yang mendaftar justru membuat panitia terkejut.
“Meskipun berbayar, partisipasinya cukup tinggi. Kami sangat kaget, karena ini merupakan event pertama yang dilakukan dengan kepanitiaan PASI Bangka Tengah, Komunitas Pemuda Koba dan dibantu Pemda Bangka Tengah,” ungkap Yani.
Antusiasme itu sekaligus menjadi sinyal bahwa olahraga rekreasi mulai mendapat tempat di tengah masyarakat.
Setelah pelari menuntaskan lintasan, kemeriahan belum akan berakhir.
Panitia menyiapkan panggung hiburan yang akan menghadirkan DJ Arra dan Cinta Lida. Para peserta juga berkesempatan membawa pulang berbagai doorprize.
Salah satu hadiah yang paling menarik perhatian satu unit sepeda motor Honda Beat sebagai hadiah utama.
Konsep tersebut membuat Koba Healing Run terasa lebih seperti sebuah festival kecil ada olahraga, hiburan, kebersamaan, hingga kesempatan mendapatkan hadiah.
Sehari menjelang pelaksanaan, persiapan panitia pun terus dikebut.
Yani memastikan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan dengan matang dan saat ini progresnya sudah mencapai 90 persen.
“Persiapan hingga sekarang sudah 90 persen, mudah-mudahan acara ini berjalan lancar,” harapnya.
Bagi peserta dari luar daerah, Koba Healing Run 2026 bukan hanya soal olahraga.
Angga, salah seorang pelari asal Sumatera Selatan, sengaja datang lebih awal. Ia ingin mengikuti perlombaan sekaligus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berlibur dan melihat lebih dekat suasana Bangka.
Bahkan sebelum lomba dimulai, ia sudah memilih menginap di Koba.
“Sambil liburanlah, lihat-lihat Bangka. Hari ini saya sudah sampai di Koba, menginap di Koba,” pungkas Angga.
Cerita Angga menjadi gambaran bagaimana sebuah event olahraga bisa membawa dampak lebih luas.
Para pelari datang membawa sepatu dan nomor dada. Tetapi mereka juga membawa rasa penasaran untuk mengenal Koba.
Di sisi lain, Koba mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan wajahnya kepada para tamu dari luar daerah.
Minggu pagi nanti, ketika 1.000 pelari mulai bergerak meninggalkan garis start, yang bergerak bukan hanya kaki mereka.
Ada semangat olahraga, budaya lokal, hiburan dan cerita tentang sebuah kota kecil yang ingin dikenal melalui cara yang sederhana dengan berlari bersama dan menikmati perjalanan. (Belva)


