BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Tidak semua kebaikan lahir dari sesuatu yang besar. Ada yang berawal dari niat sederhana, tumbuh dari sebagian rezeki yang disisihkan, lalu sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.
Pesan itulah yang coba diwujudkan Samsul Hidayat, pendiri perusahaan media Bukatabir.com, sekaligus bagian dari Seksi Hukum dan Advokasi Pembelaan Wartawan PWI Bangka Barat.
Di tengah kesibukan dan aktivitasnya, Samsul memilih menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Gagasan tersebut sebenarnya telah dipersiapkan sejak jauh hari, sebelum akhirnya diwujudkan melalui kegiatan sosial sederhana di Dusun Johar, Desa Ranggi Asam, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Samsul datang langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat. Ia didampingi Subhana, Kepala Dusun (Kadus) Johar, yang turut membantu dalam proses penyaluran bantuan.
Tidak ada panggung besar. Tidak ada seremoni yang berlebihan. Hanya pertemuan sederhana antara seseorang yang ingin berbagi dengan masyarakat yang menerima.
Namun, di balik kesederhanaan itu tersimpan pesan yang jauh lebih besar bahwa kepedulian tidak harus menunggu seseorang memiliki banyak.
Bagi Samsul, berbagi bukan sekadar menyerahkan kebutuhan pokok. Ia ingin kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kembali semangat saling membantu dan gotong royong di tengah masyarakat.
“Berbagi tidak harus menunggu kaya. Ketika kita memiliki kesempatan dan sedikit rezeki yang bisa disisihkan, maka di situlah kita bisa hadir untuk membantu sesama. Terpenting ketulusan dan kepedulian,” ujar Samsul.
Menurutnya, gagasan berbagi muncul dari kesadaran bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, ia memilih untuk tidak hanya memikirkan apa yang bisa disampaikan kepada masyarakat melalui media, tetapi juga apa yang bisa diberikan secara nyata.
Sebagai pendiri Bukatabir.com sekaligus bagian dari Seksi Hukum dan Advokasi Pembelaan Wartawan PWI Bangka Barat, Samsul berharap kehadiran dirinya dan media yang dibangun dapat memberikan manfaat lebih luas.
Baginya, media bukan hanya tentang berita, informasi dan pemberitaan. Ada ruang untuk membangun kepedulian, memperkuat hubungan sosial, serta ikut hadir ketika masyarakat membutuhkan.
“Tidak perlu menunggu menjadi orang besar untuk melakukan kebaikan. Kadang sesuatu yang sederhana justru sangat berarti bagi orang lain. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi yang lain untuk ikut berbagi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Subhana selaku Kepala Dusun Johar turut mendampingi Samsul.
Kehadiran perangkat dusun membantu memastikan bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pendampingan itu juga menjadi bentuk keterlibatan lingkungan setempat dalam menjaga agar kepedulian dapat sampai kepada penerima yang tepat.
Sebab, sebuah bantuan bukan hanya tentang barang yang diberikan.
Ada perhatian di dalamnya. Ada kepedulian. Ada pesan bahwa mereka yang menerima bantuan tidak berjalan sendirian.
Satu paket sembako mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi keluarga yang sedang berusaha mencukupi kebutuhan sehari-hari, paket tersebut bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Di situlah ukuran sebuah kebaikan tidak selalu ditentukan oleh besar kecilnya pemberian.
Ketulusan justru menjadi nilai yang membuat pemberian sederhana terasa lebih bermakna.
Samsul berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah aksi sosial sesaat.
Ia ingin semangat berbagi dapat tumbuh dan dilakukan oleh lebih banyak orang. Tidak harus dalam jumlah besar, tidak harus menunggu memiliki kelebihan dan tidak harus menunggu menjadi tokoh atau orang terpandang.
Sebab, ketika kepedulian dimulai dari hal kecil dan dilakukan secara bersama-sama, dampaknya dapat menjadi jauh lebih besar.
Dari sebuah paket sembako, tumbuh harapan.
Dari sebuah kunjungan sederhana, lahir rasa persaudaraan.
Dari niat untuk menyisihkan sedikit rezeki, muncul pesan bahwa kebaikan tidak mengenal ukuran yang terpenting adalah keikhlasan untuk memulainya.
Semangat itulah yang diharapkan terus hidup di tengah masyarakat Bangka Barat untuk saling memperhatikan, saling membantu, dan tidak ragu untuk berbagi ketika memiliki kesempatan.
Karena terkadang, bagi seseorang yang sedang membutuhkan, apa yang kita anggap kecil bisa menjadi pertolongan yang sangat berarti. (Belva)


