BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Ketika September tiba, Mentok bukan hanya sedang menghitung usia. Kota yang menyimpan jejak sejarah panjang itu bersiap kembali menghadirkan denyut perayaan melalui sebuah kegiatan yang dekat dengan masyarakat tentang olahraga sepak bola.
Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mentok ke-292 pada 7 September 2026, Mentok Community Sport (MCS) kembali menghadirkan Turnamen Sepak Bola Liga MCS Jilid 5 Tahun 2026.
Turnamen ini dijadwalkan mulai 2 September 2026 hingga selesai, dengan pusat pertandingan di Lapangan Bina Jaya Mentok.
Mengusung semangat “Datang, Main, Having Fun”, Liga MCS Jilid 5 tidak sekadar diproyeksikan menjadi kompetisi untuk memperebutkan kemenangan. Lebih dari itu, turnamen dirancang sebagai ruang berkumpulnya pemain, generasi muda, masyarakat, pecinta sepak bola, pelaku UMKM, sekaligus menjadi panggung untuk memperkenalkan Mentok kepada masyarakat dari luar daerah.
Momentum tersebut terasa semakin bermakna karena Mentok tengah menyongsong usia ke-292.
Kota tua di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu memiliki sejarah panjang. Mentok didirikan pada 7 September 1734 atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin I dari Kesultanan Palembang Darussalam kepada Wan Akup untuk memimpin pembangunan tujuh bubung rumah di kaki Bukit Menumbing.
Dari sejarah panjang tersebut, Mentok terus tumbuh dengan wajahnya sendiri.
Kini, hampir tiga abad kemudian, semangat merayakan kota tidak hanya diwujudkan dengan mengenang masa lalu, tetapi juga dengan menciptakan ruang-ruang baru bagi masyarakat untuk berkumpul, berprestasi dan bergerak bersama.
Salah satunya melalui sepak bola.
Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Liga MCS Jilid 5, Muhammad Hurairah, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki penyelenggaraan yang kelima.
Konsistensi itu menjadi modal penting bagi MCS untuk menjadikan turnamen bukan sekadar agenda olahraga tahunan, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Turnamen sepak bola ini sudah kami gelar untuk yang ke-5 kalinya. Semoga ke depan kegiatan olahraga seperti ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Kota Mentok kepada khalayak ramai sekaligus membangun kebersamaan masyarakat,” ujar Muhammad Hurairah.
Bagi MCS, sepak bola memiliki kekuatan yang lebih besar daripada sekadar pertandingan 90 menit.
Ketika sebuah turnamen mampu mendatangkan tim, pemain, keluarga, suporter dan masyarakat dari luar Mentok, maka pada saat yang sama kota ikut mendapatkan panggung untuk memperkenalkan dirinya.
Orang datang karena sepak bola, tetapi bisa pulang membawa cerita tentang Mentok.
Mereka dapat menikmati suasana kota, mengenal masyarakatnya, mencicipi kuliner, melihat sejarah, hingga menikmati berbagai potensi yang ada.
Muhammad Hurairah menegaskan bahwa semangat utama turnamen adalah menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Ia ingin peserta dan masyarakat dari luar Mentok tidak hanya datang untuk bertanding, lalu pulang setelah pertandingan selesai.
“Kami ingin turnamen sepak bola bukan hanya menjadi pertandingan sepak bola. Kami ingin memperkenalkan masyarakat dari luar Mentok datang, melihat suasana Kota Mentok, mengenal masyarakatnya yang terkenal sangat humble, menikmati kulinernya, melihat sejarah dan keindahan yang ada di Mentok,” kata M. Hurairah.
Menurutnya, Mentok memiliki banyak potensi yang layak diperkenalkan kepada khalayak ramai.
“Karena Mentok punya banyak hal yang bisa dibanggakan dan bukan hanya untuk dikenang,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana olahraga dapat menjadi bagian dari strategi promosi daerah.
Lapangan Bina Jaya nantinya tidak hanya menjadi arena pertandingan. Di sana, berbagai cerita tentang Mentok diharapkan ikut hidup dari interaksi antar pemain hingga keramaian masyarakat yang menyaksikan pertandingan.
Ada sisi lain yang menjadi perhatian panitia tentang ekonomi masyarakat.
Semakin ramai sebuah pertandingan, semakin besar pula peluang bagi pelaku usaha di sekitarnya.
Karena itu, panitia menyediakan ruang di sekitar lokasi pertandingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi selama turnamen berlangsung.
Konsep tersebut membuat Liga MCS Jilid 5 tidak berhenti pada urusan olahraga.
Ketika pemain bertanding, suporter datang. Ketika suporter datang, kebutuhan konsumsi meningkat. Ketika masyarakat berkumpul, pelaku UMKM memperoleh ruang untuk menawarkan produknya.
Rantai sederhana itu diharapkan menjadi efek positif dari penyelenggaraan turnamen.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Bukan hanya bagi para pemain dan pecinta sepak bola, tetapi juga bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar. Ketika masyarakat datang dan berkumpul, kami ingin ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ungkap Ketua Panitia.
Di sisi lain, Liga MCS Jilid 5 juga membawa pesan tentang generasi muda.
Sepak bola memberikan ruang bagi anak muda untuk menyalurkan energi melalui kegiatan positif. Di lapangan, mereka belajar mengenai kerja sama, disiplin, sportivitas dan bagaimana menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
Di luar lapangan, mereka bertemu dengan pemain lain, memperluas pergaulan dan membangun silaturahmi.
Karena itu, perayaan HUT Kota Mentok ke-292 melalui turnamen tersebut diharapkan mampu menghadirkan lebih dari sekadar kemeriahan.
Ada nilai olahraga, persaudaraan, promosi daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berjalan secara bersamaan.
“Segera Daftarkan Timmu!”
Bagi tim sepak bola yang ingin menjadi bagian dari kemeriahan HUT Kota Mentok ke-292, Liga MCS Jilid 5 membuka kesempatan untuk bergabung.
Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak panitia:
Aden P — 0857-6694-3600
Satria AP — 0821-8363-9868
Turnamen dijadwalkan berlangsung mulai 2 September 2026 di Lapangan Bina Jaya Mentok.
Poster resmi kegiatan juga mencantumkan dukungan sejumlah pihak dan sponsor, di antaranya Adira Finance, Honda Babel, @Belo_Photo, BW24 Bayu Wijaya, Bobby Sukirman, serta Tirta Dharma PDAM Mentok.
Identitas PSSI, KONI, KNPI, dan Mentok Community Sport juga turut ditampilkan dalam materi publikasi kegiatan, memperkuat nuansa olahraga, kepemudaan dan komunitas yang menjadi bagian dari semangat turnamen.
Pada akhirnya, HUT Kota Mentok ke-292 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan sebuah kota sekaligus membayangkan masa depannya.
Sejarah 1734 adalah fondasi.
Namun, generasi hari ini memiliki tugas untuk mengisinya dengan cerita-cerita baru.
Liga MCS Jilid 5 mencoba menghadirkan salah satu cerita tersebut.
Sebuah cerita tentang anak muda yang berlari mengejar bola. Tentang masyarakat yang berkumpul di pinggir lapangan. Tentang suporter yang memberikan dukungan. Tentang UMKM yang mendapatkan kesempatan berjualan. Tentang peserta dari luar daerah yang datang dan kemudian mengenal lebih dekat keramahan masyarakat Mentok.
Tentang sebuah kota tua yang ingin terus memperkenalkan wajah terbaiknya.
Pada 2 September 2026, Lapangan Bina Jaya Mentok bukan hanya menjadi tempat pertandingan. Ia diproyeksikan menjadi titik perjumpaan, panggung prestasi, ruang silaturahmi, sekaligus etalase kecil untuk memperkenalkan Mentok kepada lebih banyak orang.
Sebab, seperti semangat yang dibawa Liga MCS Jilid 5.
Datang. Main. Having Fun.
Lalu, kenali Mentok untuk nikmati keramahan masyarakatnya, kulinernya, sejarahnya, keindahannya, dan segala potensi yang membuat kota ini layak untuk dikunjungi, dibanggakan, serta terus dikenang melalui karya-karya generasi hari ini. (Belva)


